Resume Materi tnggal 4 Mei 2020
“Pengalaman menulis di Penerbit mayor.”
Pemateri : Bpk Ukim Komarudin
Moderator : Mr Bams
Oleh Santi ~ Jayapura
Menulis
merupakan ekspresi pribadi . Oleh karena itu, sangat penting agar memiliki
tempat mencurahkan segala kegelisahan atau apapun bentuknya. Menulis adalah
sarana yang tepat untuk berekspresi. Tidak perlu merasa khawatir dengan
kualitas, tidak perlu peduli dengan ragam atau apa yang menjadi trend di
masyarakat. Pokoknya menulis. Menulis adalah kebutuhan. Selain menulis apa
adanya, bisa menulis apa saja, misalnya terkait pelajran, beragam kegiatan,
berupa propsal,, liputan kegiatan, dan menulis buku harian.
Pengalaman Om
Ukim, Tulisannya semakin banyak sehingga mulai dilirik dan dikomentari orang.
Karena banyak ragam tulisan dengan tema berbeda maka dihimpunlah menjadi sebuah
buku berjudul : Menghimpun yang berserak” Sebuah usaha untuk mengumpulkan
segenap mutiara yang berserakan dalam kehidupan yang sangat bermanfaat bagi
saya, dan semoga bermanfaat pula buat orang lain (pembaca).
Dari pengalaman tersebut, ternyata menulis itu tidak boleh egois, harus memberi manfaat bagi pembaca. Oleh karena itu karya harus melalui editor dulu agar layak diterbitkan. Ada proses tulisan atau karya sebelum dicetak.
Ada kriteria
yang dianggap layak untuk diterbitkan. Khususnya terkait buku mata pelajaran,
biasanya mereka mencari buku: (1) menunjukkan penggunaan pendekatan baru; (2)
lebih lengkap; (3) penulisnya memang berkualifikasi luar biasa; (4) Naskah
renyah (enak dibaca); dan diutakan dari
hasil penelitian lembaga-lembaga pendidikan terbaik.
Premis (tema
besar). Biasa terdiri atas satu paragraf. Hebatnya, ia adalah sebuah headline
yang memegang pergerakan ide, tokoh, dan alur cerita. Penulis hebat memulia
dari itu, jika tidak memulia dari situ, kemungkinannya kalah tenaga, atau
ngawur kemana-mana.
Mulailah menulis
dengan membaca buku-buku yang diduga akan mirip ekspresi bentukannya seperti
buku yang akan dibuat. Ketika kita datang ke perpustakaan atau toko buku, kita
membaca untuk mendapatkan inspirasi. kadang-kadang, saya membeli buku atas
tujuan seperti itu. Penulis yang baik memang pembaca yang baik.
Banyak-banyaklah membaca sehingga akan mampu menulis. Menulislah setiap hari.
Tapi tolong disertai membaca agar tulisan kita berkualitas. Itu hukumnya. Menulis (produktif) pasokannya
adalah membaca (receptif). Manulis saja. Dengarkan respons dari sekitar. Kita
memang membutuhkan orang yang membuat kita terlecut menjadi lebih baik.
Ada kehebatan
dari seorang penulis. Ia jelas ekspresinya. Ia juga punya daya jangkau dakwah
yang lebih luas dalam menebar kebaikan. Ia juga punya legacy atau warisan untuk
pertinggal jejak kebaikannya, yakni tulisannya. Menulislah, setiap hari. karena
anda akan menemukan kebahagiaan; menulis berarti kita MENCIPTAKAN SEJUMLAH
KEBAIKAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar