Rabu, 06 Mei 2020

Kesan Pertamaku dalam WAG Om'Jay

Telmiku Menjadi Pengalaman Baru
(oleh Santi~Jayapura)

Awalnya merasa gembira dan bersyukur mendapatkan kesempatan bergabung dalam Group Belajar Menulis gel.10. Begitu gabung, aku menunggu beberapa hari masih belum ada materi. Aku berpikir Ahh pastilah seperti group lain pada posting-posting gambar atau video ucapan selamat dan berterimakasih sudah bergabung. Hingga kutemukan sebuah video perkenalan Om Jay.
Ku tonton dan kuperhatikan, tetapi masih merasa biasa saja bahkan ku kira beliau adalah teman anggota group. Setelah beberapa komentar anggota group ku baca, baru sadar ternyata Om jay yang memiliki Group ini (jadi rasa malu aku sudah salah kira, mohon maaf Om Jay)
Masih kubiarkan banyak chat masuk, karena aku lagi focus di kegiatan lain. Semakin lama semakin banyak, akhirnya kubaca satu demi satu chatingan anggota group. Sampai habis. Akan tetapi aku masih bingung dan tidak mengerti. Aku mulai scroll ke atas kembali aku baca . aneh dalam hatiku. Baru kali ini aku menemukan group yang berbeda.
Hingga berulangkali aku membaca karena ketidakpahaman dengan gaya chating yang ada dalam WAG kali ini. Atau mungkin karena aku bergabung sudah dipertengahan, sehingga aku merasa asing. Atau memang gaya dan metode belajar yang digunakan berbeda.
Ya, memang beda.cara mengemas materi dalam belajar dan metode pelatihannya pun beda. Pematerinya pun bukan kacangan, tetapi para pakar kelas kakap dengan jam terbang yang tinggi. Sungguh aku beruntung ada di sini.
Para anggota group pun berasal dari berbagai daerah se nusantara dengan kehebatan masing-masing. Di sini aku merasa kerdil, karena aku belum punya pengalaman menulis. Bahkan blog saja aku belum punya. Sementara teman anggota group sudah jauh sekali di depan dengan situs situs webnya dan youtube. Saling menampilkan kebolehan masing-masing dalam tulisannya.
Apalagi dengan tantangan yang diberikan Om Jay dalam rangka Hardiknas. Hemmm rasa kerdilku semakin bertambah. Aku semakin tidak mengerti. Tapi keinginanku untuk belajar menulis dan menerbitkan buku sangat kuat. Sehingga aku tetap bertahan dalam WAG ini. Ku lihat banyak nomor-nomr yang left. Entah karena apa, mungkin karena kondisinya seperti saya? Ahh jangan suudzon.
Aku tetap menyimak bahkan ketika diminta perkenalan, aku malu. Aku kenalan secara singkat kawatir diketahui kerdilku. Bahkan aku tak pernah komentar apa pun, aku hanya menyimak dan mengikuti materi – materi yang diberikan.
Tugas-tugas pun aku tidak membuat karena ketidakpahaman aku dalam mengikuti kemasan pelatihan yang diberikan. Lambat laun otakku semakin encer. Setelah materi tanggal 5 Mei tentang Siapa yang tidak sibuk ( Menulis dalam kesibukan) oleh Master Emcho, baru aku sadar ternyata itulah materi inti.aku mulai paham. Bahasa yang diberikan sangat sederhana pemateri pun memberikan penjelasan dengan enak. Ada gambar, ada teks, ada audio bahkan Tanya jawab pun diberikan kesempatan dengan jawaban yang sangat jelas.
Hubungan pemateri dan peserta sangat komunikatif dengan akrab dan tetap menjaga kesantunan. Pemateri yang jam terbangnya tinggi tak pernah menganggap peserta kecil atau rendah. Sungguh luar biasa.
Cara Om Jay mengemas pelatihan membuat aku semakin kagum. Ternyata metode begini lebhg efisien daripada dengan Video Call(VC)/zoom atau lainnhya karena peserta yang terlambat on akan tetap bisa mengikuti materi dari belakang. Selain itu, peserta bias mengulang materi setelah pembelajaran selesai.
Cara Om Jay menyampaikan informasi juga membuat saya memiliki pengalaman baru. Sangat santun, komunikatif bahkan akrab, padahal kami tidak saling mengenal. Ditambah lagi posting posting tulisan yang dubuat setiap hari oleh Om Jay sangat menginspirasi aku dalam menemukan ide. Seperti kali ini aku menulis tentang model belajar kita dalam belajar menulis.
Semoga aku belum terlambat, semoga aku masih bisa mengejar ketertinggalanku. Semoga aku bias menyesuaikan. Dan semoga aku bias menulis, menulis setiap hari. Begitu sabarnya Om Jay dalam melayani peserta, menambah semangatku dalam belajar di sini.
Kini aku sudah membuat resume dari semua yang aku ikuti. Dan aku akan belajar membuat blog. Aku ingin menjadi blogger yang sukses, semua telah merubah mainset ku. Dulu aku malu jika tulisanku dibaca orang. Tusilanku aku simpan dsn tsk seorangpun tahu. Kini aku paham, untuk apa menulis jika hanhya disimpan. Menulis itu harus dishare agar orang lain bisa membaca. Menulis itu harus bermanfaat bagi orang lain.
Inilah goresanku yang pertama, akan aku lanjutkan lagi esok.
Mohon saran ya agar lebih lengkap
Santi ~ Jayapura
5 Mei 2020

1 komentar: